Kasirnesia

Keuangan & Administrasi Usaha

Surat Jalan: Fungsi, Unsur Wajib, dan Contoh untuk Usaha Kecil

Surat jalan adalah bukti barang berpindah, bukan bukti pembayaran. Pahami unsur wajibnya, alasan dibuat rangkap, bedanya dengan invoice, dan 2 contohnya.

19 menit baca
Surat Jalan: Fungsi, Unsur Wajib, dan Contoh untuk Usaha Kecil

Surat jalan adalah dokumen yang menyertai barang saat barang itu berpindah tempat, isinya menerangkan barang apa yang dikirim, berapa jumlahnya, dari mana, ke mana, dan siapa yang menerima. Satu hal yang perlu ditegaskan sejak awal, karena inilah pembeda utamanya dari dokumen lain di meja kasir: surat jalan adalah bukti bahwa barang berpindah, bukan bukti bahwa barang sudah dibayar.

Perbedaan itu terdengar sepele sampai Anda mengalami sendiri kejadian klasiknya. Toko mengirim 10 karung beras ke warung langganan pakai motor karyawan. Dua hari kemudian, saat ditagih, si pemilik warung bilang yang sampai cuma 8 karung. Tidak ada dokumen, tidak ada tanda tangan, tidak ada catatan jam berapa barang turun. Yang tersisa cuma dua ingatan yang saling bertentangan, dan biasanya yang mengalah adalah pihak yang tidak punya kertas.

Artikel ini membahas surat jalan dari sisi yang paling dibutuhkan pemilik usaha kecil: apa persisnya yang dibuktikan surat jalan, unsur apa saja yang wajib ada di dalamnya, kenapa dibuat rangkap dan siapa memegang lembar yang mana, bedanya dengan faktur, invoice, kwitansi, dan nota, dua contoh yang bisa langsung Anda tiru, serta bagian yang paling praktis, yaitu cara memakai surat jalan untuk mencocokkan stok supaya selisih ketahuan di hari yang sama.

Daftar Isi

  1. Surat Jalan Adalah Bukti Barang Berpindah, Bukan Bukti Pembayaran
  2. Unsur Wajib dalam Sebuah Surat Jalan
  3. Kenapa Surat Jalan Dibuat Rangkap dan Siapa Memegang yang Mana
  4. Beda Surat Jalan, Faktur, Invoice, Kwitansi, dan Nota
  5. Dua Contoh Surat Jalan yang Bisa Langsung Anda Tiru
  6. Mencocokkan Stok dengan Surat Jalan Saat Barang Datang dari Supplier
  7. Surat Jalan Saat Ada Retur dan Kiriman Kurang
  8. FAQ: Pertanyaan Umum seputar Surat Jalan

Surat Jalan Adalah Bukti Barang Berpindah, Bukan Bukti Pembayaran

Setiap dokumen dagang lahir untuk menjawab satu pertanyaan tertentu. Surat jalan lahir untuk menjawab tiga pertanyaan sekaligus yang semuanya soal barang, bukan soal uang: barang apa yang keluar, berapa jumlahnya, dan siapa yang mengakui sudah menerimanya.

Titik paling penting dalam sebuah surat jalan bukan daftar barangnya, melainkan tanda tangan penerima. Di detik penerima membubuhkan tanda tangan, tanggal, dan jam, tanggung jawab atas barang berpindah dari pihak pengirim ke pihak penerima. Sebelum tanda tangan itu ada, barang masih risiko Anda. Sesudahnya, kalau muncul komplain jumlah kurang, Anda punya kertas yang menyatakan apa yang diakui diterima saat barang turun.

Ini juga alasan surat jalan sama pentingnya bagi orang yang mengantar. Karyawan yang mengantar barang dengan motor sebenarnya sedang membawa uang usaha dalam bentuk barang. Tanpa lembar yang ditandatangani penerima, kalau di kemudian hari jumlahnya dipersoalkan, yang paling gampang dicurigai justru si pengantar. Surat jalan melindungi dia sama seperti melindungi Anda.

Situasi yang paling sering membutuhkan surat jalan di usaha kecil biasanya empat ini. Toko sembako atau agen yang mengirim pesanan borongan ke warung lain. Toko bangunan yang mengantar semen dan pasir ke lokasi proyek. Katering atau usaha makanan yang mengirim pesanan dalam jumlah besar ke kantor atau acara. Dan usaha yang punya lebih dari satu lokasi, misalnya toko dengan gudang terpisah atau cabang kedua, yang rutin memindahkan barang antar lokasi sendiri.

Poin Penting: Kalau barang berpindah tempat tanpa disaksikan langsung oleh pemilik usaha, selalu ada jarak antara "apa yang dikirim" dan "apa yang diakui diterima". Surat jalan adalah cara paling murah untuk menutup jarak itu, dan biayanya cuma selembar kertas plus satu tanda tangan.

Yang tidak dilakukan surat jalan juga perlu dipahami supaya tidak salah pakai. Surat jalan tidak menagih uang, tidak menyatakan harga, dan tidak membuktikan pembayaran sudah lunas. Pengiriman yang barangnya sudah sampai dan surat jalannya sudah ditandatangani tetap bisa berstatus belum dibayar sepeser pun. Karena itu, di banyak usaha, surat jalan sengaja tidak mencantumkan harga sama sekali.

Unsur Wajib dalam Sebuah Surat Jalan

Surat jalan tidak perlu mewah dan tidak harus dicetak di percetakan. Yang menentukan dia berguna atau tidak bukan desainnya, melainkan kelengkapan unsurnya. Delapan unsur berikut adalah isi minimal yang membuat sebuah surat jalan benar-benar bisa dipakai sebagai bukti.

UnsurIsi yang ditulisKenapa penting
Judul dan nomorTulisan "Surat Jalan" dan nomor urut unikMembuat setiap pengiriman bisa dirujuk dan ditelusuri
Tanggal kirimTanggal barang keluar dari tempat AndaMenentukan hari transaksi masuk ke catatan stok
Identitas pengirimNama usaha, alamat, dan nomor kontakMenunjukkan siapa yang bertanggung jawab atas kiriman
Identitas penerimaNama orang atau usaha, alamat tujuan, kontakMemastikan barang turun di alamat yang benar
Rincian barangNama barang, satuan, dan jumlah per barisMenjadi angka yang dihitung dan dicocokkan saat serah terima
Keterangan pengantarNama pengantar dan nomor kendaraanMemperjelas siapa yang membawa barang di jalan
Tanda tangan tiga pihakKolom pengirim, pengantar, dan penerimaMenandai perpindahan tanggung jawab atas barang
Catatan kondisiKolom kosong untuk temuan penerimaTempat menulis kekurangan atau kerusakan sebelum tanda tangan

Beberapa catatan praktis. Kolom rincian barang sebaiknya satu baris untuk satu jenis barang, lengkap dengan satuannya. Menulis "beras 10" tanpa satuan membuka ruang perdebatan apakah maksudnya 10 karung, 10 kilogram, atau 10 sak. Sebutkan satuan yang sama persis dengan satuan yang Anda pakai di catatan stok, supaya angka di surat jalan bisa langsung dipindahkan tanpa dikonversi.

Nomor surat jalan sebaiknya punya pola yang mudah dibaca manusia, misalnya SJ/2026/09/047 yang berarti surat jalan nomor 47 di bulan September 2026. Pola ini memudahkan mencari lembar lama saat ada komplain, dan sekaligus membuat lompatan nomor terlihat. Nomor yang melompat adalah tanda ada lembar yang hilang atau dipakai tanpa dicatat, dan itu perlu ditanyakan.

Kolom catatan kondisi sering dianggap hiasan, padahal justru di sanalah nilai surat jalan diuji. Kolom itu tempat penerima menulis "2 karton kemasan penyok" atau "diterima 8 dari 10 karung" sebelum membubuhkan tanda tangan. Kalau kolomnya tidak ada, penerima cenderung menandatangani apa adanya, lalu komplain baru muncul lewat telepon keesokan harinya saat bukti tertulisnya sudah tidak bisa dibuat lagi.

Soal harga, praktik yang paling aman untuk usaha kecil adalah tidak mencantumkan harga di surat jalan yang dibawa pengantar. Alasannya dua. Pertama, surat jalan bukan dokumen tagihan, jadi harga tidak diperlukan untuk fungsi apa pun di dalamnya. Kedua, lembar itu berpindah tangan ke orang luar, dan daftar harga beli atau harga jual Anda tidak perlu ikut beredar. Angka rupiahnya cukup muncul di invoice yang menyusul kemudian.

Kenapa Surat Jalan Dibuat Rangkap dan Siapa Memegang yang Mana

Surat jalan dibuat rangkap bukan karena tradisi kantor, tapi karena ada tiga pihak dengan kebutuhan bukti yang berbeda pada satu kejadian yang sama. Pola paling umum adalah rangkap tiga.

LembarDipegang olehFungsinya
Lembar 1Penerima barangBukti barang apa dan berapa yang masuk ke tempatnya
Lembar 2Kembali ke pengirim, sudah ditandatangani penerimaBukti sah bahwa barang benar-benar diterima
Lembar 3Arsip pengantar atau tertinggal di buku bendelMenjaga urutan nomor dan jejak pengiriman harian

Yang paling sering salah dipahami adalah nasib lembar kedua. Lembar itulah yang nilainya paling tinggi, karena dia satu-satunya kertas yang membawa pulang tanda tangan penerima. Kesalahan yang sering terjadi di usaha kecil adalah semua lembar ditinggal di tempat penerima, atau lembar kedua dibawa pulang tapi belum sempat ditandatangani karena penerimanya sedang tidak ada. Dua-duanya membuat surat jalan berubah jadi sekadar daftar barang, kehilangan fungsi pembuktiannya.

Kalau usaha Anda punya gudang yang terpisah dari toko, rangkap empat kadang lebih rapi: satu untuk penerima, satu kembali ke admin toko, satu untuk petugas gudang yang mengeluarkan barang, dan satu tinggal di buku. Sebaliknya, untuk usaha yang sangat kecil, buku nota dua rangkap yang dijual di toko alat tulis sudah cukup. Yang penting lembar kedua benar-benar kembali dalam kondisi tertanda tangan.

Untuk usaha yang belum memakai kertas karbon sama sekali, ada jalan tengah yang sudah banyak dipakai: buat satu lembar saja, minta penerima menandatanganinya, lalu potret lembar itu di tempat dan kirim fotonya ke grup WhatsApp usaha sebelum pengantar pulang. Foto yang dikirim di lokasi punya jam kirim otomatis, dan itu sudah jauh lebih baik daripada tidak ada bukti sama sekali. Kelemahannya tetap ada, foto lebih mudah dipersoalkan daripada kertas asli, jadi cara ini cocok untuk pengiriman bernilai kecil dan menengah.

Pro Tip: Buat aturan sederhana untuk pengantar: barang tidak dianggap selesai diantar sebelum lembar kedua kembali ke toko dalam kondisi sudah ditandatangani. Satu kalimat aturan ini mencegah kebiasaan "nanti saja tanda tangannya" yang hampir selalu berakhir dengan lembar kosong dan komplain yang tidak bisa dibantah.

Beda Surat Jalan, Faktur, Invoice, Kwitansi, dan Nota

Lima dokumen ini sering dipakai bergantian dalam percakapan sehari-hari, padahal masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda. Cara paling cepat membedakannya adalah dengan bertanya: dokumen ini membuktikan barang, membuktikan tagihan, atau membuktikan uang.

DokumenMenjawab pertanyaanDibuat kapanBukti pembayaran?
Surat jalanBarang sudah sampai belum, diterima siapaSaat barang keluar untuk dikirimBukan
Faktur penjualanBerapa yang harus dibayar atas penjualan iniSaat penjualan diakui, bisa menyusul setelah barang sampaiBukan
InvoiceBerapa tagihannya dan kapan jatuh temponyaSaat menagih pembeli, biasanya setelah barang diterimaBukan
KwitansiUang sudah diterima atau belum, sejumlah berapaSaat uang benar-benar berpindahYa
Nota atau strukApa yang dibeli dan berapa totalnyaSaat transaksi eceran selesai di tempatYa, untuk penjualan tunai di tempat

Faktur penjualan dan invoice dalam praktik dagang Indonesia sering merujuk ke hal yang sama, yaitu dokumen tagihan atas barang yang sudah diserahkan. Perbedaannya lebih ke kebiasaan penyebutan, bukan ke fungsi. Yang berbeda dan sering tertukar adalah faktur pajak, yaitu dokumen perpajakan dengan aturan tersendiri yang tidak relevan untuk semua usaha. Kalau Anda perlu kepastian soal itu, tanyakan langsung ke kantor pajak setempat atau konsultan pajak, karena Kasirnesia adalah aplikasi kasir, bukan konsultan pajak. Sisi praktis pembuatan dokumen tagihan sendiri sudah kami bahas di panduan aplikasi invoice.

Kwitansi berdiri di ujung yang berlawanan dari surat jalan. Kalau surat jalan membuktikan barang berpindah, kwitansi membuktikan uang berpindah. Keduanya bisa terjadi di hari yang berbeda, dan itu normal. Barang bisa dikirim tanggal 21 dengan surat jalan, ditagih tanggal 25 dengan invoice, lalu dibayar tanggal 30 dengan kwitansi sebagai tanda terima uang. Unsur dan contoh penulisan kwitansi yang benar sudah kami uraikan terpisah di panduan kwitansi.

Nota atau struk adalah kasus khusus yang menjelaskan kenapa warung dan toko eceran jarang memerlukan surat jalan. Di penjualan eceran, barang dan uang berpindah pada detik yang sama, di tempat yang sama, disaksikan kedua pihak. Karena itu satu lembar sudah cukup mewakili semuanya. Surat jalan baru dibutuhkan begitu barang dan pembeli terpisah oleh jarak dan waktu, misalnya barang diantar besok pagi, atau barang dikirim sekarang tapi dibayar akhir bulan.

Dua Contoh Surat Jalan yang Bisa Langsung Anda Tiru

Berikut dua contoh yang paling sering dibutuhkan usaha kecil. Semua nama usaha, alamat, nomor, dan angka di bawah ini adalah contoh ilustrasi, bukan data nyata, dan bisa Anda ganti sesuai usaha Anda.

Contoh 1. Surat jalan pengiriman barang ke pelanggan (contoh ilustrasi)

TOKO SEMBAKO BAROKAH Jl. Kaliurang Km 7 No. 12, Sleman WhatsApp: 0812-0000-0000

SURAT JALAN Nomor: SJ/2026/09/047 Tanggal kirim: 21 September 2026

Dikirim kepada: Warung Bu Tini Alamat tujuan: Jl. Palagan Tentara Pelajar No. 88, Sleman Nomor pesanan: PO-2026-0912

NoNama BarangSatuanJumlahKeterangan
1Beras premium 5 kgSak10-
2Minyak goreng kemasan 1 literKarton isi 123-
3Gula pasir 1 kgPak isi 104-
4Mi instan gorengKarton isi 402Kedaluwarsa Mei 2027

Diantar oleh: Rudi, motor roda tiga, nomor polisi AB 1234 XY

Pengirim (admin toko)PengantarPenerima
Nama dan tanda tanganNama dan tanda tanganNama, tanda tangan, tanggal, jam

Catatan penerima (diisi sebelum tanda tangan): ....................................................

Surat jalan ini bukan bukti pembayaran. Tagihan dikirim terpisah lewat invoice.

Contoh 2. Surat jalan mutasi barang antar cabang atau ke gudang (contoh ilustrasi)

TOKO SEMBAKO BAROKAH Gudang Pusat, Jl. Kaliurang Km 7 No. 12, Sleman

SURAT JALAN MUTASI BARANG Nomor: SJM/2026/09/013 Tanggal kirim: 21 September 2026

Dari lokasi: Gudang Pusat Ke lokasi: Cabang 2, Jl. Godean Km 5, Sleman Alasan mutasi: pemenuhan stok cabang menjelang akhir pekan

NoNama BarangSatuanJumlah DikirimJumlah DiterimaSelisih
1Beras premium 5 kgSak15..........
2Telur ayamKg30..........
3Minyak goreng kemasan 1 literKarton isi 122..........

Diantar oleh: Rudi, motor roda tiga, nomor polisi AB 1234 XY

Petugas gudang pengirimPengantarPenanggung jawab cabang
Nama dan tanda tanganNama dan tanda tanganNama, tanda tangan, tanggal, jam

Catatan penerima: ....................................................

Perbedaan kunci antara dua contoh di atas ada di apa yang terjadi setelahnya. Contoh pertama akan diikuti tagihan, karena barang berpindah kepemilikan ke pihak lain, dan stok toko berkurang permanen. Contoh kedua tidak akan diikuti tagihan apa pun, karena barangnya masih milik usaha yang sama, hanya berpindah lokasi. Di catatan stok, mutasi itu berarti stok Gudang Pusat berkurang dan stok Cabang 2 bertambah dengan jumlah yang sama, sementara total stok usaha tidak berubah sedikit pun.

Perhatikan juga bahwa contoh kedua punya kolom "jumlah diterima" dan "selisih" yang sengaja dikosongkan. Itu bukan kelalaian desain, melainkan cara memaksa penerima menghitung sebelum menandatangani. Untuk mutasi internal, kolom ini penting karena tidak ada pihak luar yang akan mengoreksi Anda. Kalau selisihnya tidak ditulis di lembar itu, selisih tersebut akan hidup diam-diam di dua catatan lokasi sekaligus sampai stok opname berikutnya.

Mencocokkan Stok dengan Surat Jalan Saat Barang Datang dari Supplier

Bagian ini yang paling sering diabaikan padahal paling menentukan. Surat jalan tidak hanya dokumen yang Anda buat saat mengirim, tapi juga dokumen yang Anda terima setiap kali barang datang dari supplier. Cara Anda memperlakukan lembar itu di lima menit pertama menentukan apakah catatan stok Anda bisa dipercaya sebulan ke depan.

Aturan pertama dan yang paling penting: jangan menandatangani surat jalan sebelum barang benar-benar dihitung. Tanda tangan Anda berarti pengakuan bahwa jumlah yang tertulis di kertas itu benar. Sekali ditandatangani, posisi tawar Anda untuk mengoreksi kekurangan langsung melemah, karena supplier bisa berdalih kekurangan terjadi setelah barang berada di tempat Anda. Sopir yang buru-buru bukan alasan yang cukup untuk melewati langkah ini.

Urutan kerja yang sehat saat barang datang kira-kira begini.

  1. Terima lembar surat jalan lebih dulu, jangan langsung memasukkan barang ke gudang atau rak.
  2. Hitung fisik per baris, beri centang di sebelah baris yang jumlahnya cocok, dan lingkari baris yang tidak cocok.
  3. Bandingkan tiga angka sekaligus: angka pesanan Anda, angka di surat jalan supplier, dan angka fisik yang benar-benar turun.
  4. Tulis temuan di lembar surat jalan sebelum tanda tangan, misalnya "diterima 8 dari 10 karton, 2 karton kemasan penyok", lalu potret lembarnya.
  5. Masukkan angka fisik, bukan angka surat jalan, ke kartu stok atau aplikasi kasir Anda di hari yang sama.

Langkah ketiga adalah yang paling sering dilewati, padahal membandingkan dua angka saja tidak cukup. Tabel berikut menunjukkan kenapa tiga angka perlu dibaca bersamaan, dan apa artinya untuk tindakan Anda.

PesananSurat jalanFisikArtinyaYang Anda lakukan
101010Kiriman lengkapTanda tangan, input 10
10108Kurang kirim, tidak diakui di kertasTulis temuan sebelum tanda tangan, komplain hari itu, input 8
1088Supplier memang mengirim sebagianKonfirmasi sisanya menyusul kapan, input 8
101212Lebih kirimKonfirmasi dulu, jangan langsung masuk stok jual
101010 (2 rusak)Jumlah cocok, kondisi tidakInput 10, pisahkan 2 sebagai barang rusak, ajukan retur

Contoh ilustrasi supaya terasa nilainya. Sebuah kafe memesan 10 karton susu UHT seharga Rp 120.000 per karton. Surat jalan supplier menulis 10 karton, tapi yang benar-benar turun cuma 8 karton. Kalau lembar itu ditandatangani tanpa dihitung lalu diinput 10 karton, catatan stok kafe kelebihan 2 karton senilai 2 x Rp 120.000 = Rp 240.000, dan tagihan yang dibayar penuh Rp 1.200.000. Selisihnya baru ketahuan saat opname bulan depan, itu pun tanpa petunjuk penyebabnya.

Kalau langkah di atas dijalankan, ceritanya berbeda. Angka 10 dicoret jadi 8 di lembar surat jalan, catatan ditulis, sopir ikut menandatangani koreksinya, lembarnya difoto dan dikirim ke sales hari itu juga. Yang masuk ke catatan stok 8 karton, dan tagihan yang dibayar 8 x Rp 120.000 = Rp 960.000. Selisih Rp 240.000 tidak pernah sempat jadi masalah, karena diselesaikan di menit barang turun, bukan di akhir bulan. Cara membangun hubungan kerja yang sehat dengan pihak yang mengirimi Anda barang kami bahas terpisah di panduan supplier.

Kebiasaan terakhir yang murah tapi menyelamatkan: jangan buang surat jalan supplier setelah barang masuk rak. Simpan per bulan dalam satu map atau satu paku arsip, urut tanggal. Lembar itu adalah satu-satunya bukti berapa yang benar-benar sampai di tempat Anda, dan dia jadi rujukan pertama saat angka di tagihan supplier terasa lebih besar dari yang Anda ingat. Angka dari surat jalan itu juga yang seharusnya berpindah ke kartu stok sebagai baris barang masuk, lengkap dengan nomor surat jalannya di kolom keterangan.

Surat Jalan Saat Ada Retur dan Kiriman Kurang

Retur adalah kejadian di mana barang berpindah lagi, kali ini ke arah sebaliknya. Karena barang berpindah, prinsipnya tetap sama: harus ada surat jalan. Ini bagian yang paling sering dilewati usaha kecil, dan akibatnya barang keluar dari toko tanpa jejak apa pun.

Untuk retur ke supplier, Andalah yang membuat surat jalannya, karena barang keluar dari tempat Anda. Isinya sama dengan surat jalan biasa, hanya kolom keterangannya lebih tegas: sebutkan nomor surat jalan atau nota pembelian aslinya, jumlah yang dikembalikan, dan alasannya, misalnya "retur pembelian nota A-114, 2 karton, kemasan menggembung". Satu lembar ikut barang, satu lembar Anda simpan setelah ditandatangani sopir atau sales yang menjemput. Tanpa lembar yang tertanda tangan itu, retur Anda bergantung pada ingatan orang lain, dan retur yang statusnya menggantung adalah uang yang menguap pelan-pelan.

Untuk retur dari pelanggan yang barangnya dikirim balik, mintalah pelanggan menyebutkan nomor surat jalan pengiriman aslinya. Nomor itu yang menghubungkan barang yang kembali dengan pengiriman yang mana, sehingga Anda bisa memastikan barangnya memang berasal dari Anda dan dalam periode yang masih wajar. Kebijakan retur yang perlu Anda susun sendiri, termasuk batas waktu dan bentuk penyelesaiannya, sudah kami bahas lengkap di panduan retur barang.

Inti dari semua ini sebenarnya satu kebiasaan sederhana: setiap surat jalan yang keluar atau masuk harus berpasangan dengan satu baris di catatan stok pada hari yang sama. Barang datang dari supplier, tulis baris masuk sebanyak jumlah fisik dengan nomor surat jalan di kolom keterangan. Barang dikirim ke pelanggan, tulis baris keluar. Barang diretur, tulis baris kebalikannya. Kalau kebiasaan ini jalan, selisih tidak punya tempat untuk bersembunyi lebih dari satu hari.

Bandingkan dengan pola yang umum terjadi sekarang. Surat jalan menumpuk di laci, catatan stok baru diisi kalau sempat, dan selisih baru muncul sebagai kejutan saat stok opname bulan depan. Pada titik itu, jejaknya sudah terlalu panjang untuk ditelusuri, dan Anda cuma bisa mencatat kerugiannya tanpa tahu di pengiriman yang mana masalahnya terjadi. Bedanya bukan pada kerajinan, melainkan pada jarak waktu antara kejadian dan pencatatan.

Kalau pencatatannya sudah rapi tapi tenaganya terasa berat, di situlah aplikasi kasir membantu. Di Kasirnesia, setiap penjualan otomatis mengurangi stok produk terkait, jadi yang tersisa untuk Anda input manual tinggal barang masuk dari supplier, mutasi antar lokasi, dan hasil opname. Jujurnya, Kasirnesia bukan aplikasi ekspedisi dan tidak mencetak surat jalan untuk Anda, lembarnya tetap Anda buat sendiri dari template seperti dua contoh di atas. Yang dikerjakan aplikasi adalah bagian sesudahnya: memastikan angka yang Anda baca dari surat jalan langsung menjadi catatan stok yang benar. Fitur selengkapnya bisa dilihat di halaman fitur, dan Anda bisa mencobanya lebih dulu lewat paket gratis sambil tetap memakai buku nota rangkap yang sekarang.

FAQ: Pertanyaan Umum seputar Surat Jalan

Apa itu surat jalan dan apa fungsinya? Surat jalan adalah dokumen yang menyertai barang saat barang berpindah tempat, isinya menerangkan barang apa yang dikirim, berapa jumlahnya, dari mana, ke mana, dan siapa yang menerima. Fungsi utamanya adalah membuktikan bahwa barang benar-benar berpindah dan benar-benar diterima, bukan membuktikan bahwa barang sudah dibayar. Bukti kuatnya ada pada tanda tangan penerima di lembar yang kembali ke pengirim.

Apakah surat jalan sama dengan invoice atau faktur? Tidak sama, karena keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Surat jalan menjawab pertanyaan barang sudah sampai atau belum dan diterima siapa. Invoice atau faktur penjualan menjawab pertanyaan berapa yang harus dibayar dan kapan jatuh temponya. Satu pengiriman bisa punya surat jalan hari ini dan invoice yang baru ditagih dua minggu kemudian, jadi keduanya sebaiknya dibuat terpisah dengan nomor masing-masing.

Apa saja yang wajib ada di dalam surat jalan? Minimal ada delapan unsur: judul dan nomor surat jalan, tanggal kirim, identitas pengirim, identitas dan alamat penerima, rincian barang berisi nama barang beserta satuan dan jumlah, keterangan pengantar dan kendaraannya, kolom tanda tangan tiga pihak yaitu pengirim, pengantar, dan penerima, serta kolom catatan kondisi barang saat diterima. Tanpa kolom tanda tangan penerima, surat jalan kehilangan fungsi utamanya sebagai bukti serah terima.

Kenapa surat jalan dibuat rangkap dan siapa memegang tiap lembarnya? Surat jalan umumnya dibuat rangkap tiga karena ada tiga pihak yang butuh bukti berbeda. Lembar pertama ditinggal untuk penerima sebagai bukti barang apa yang masuk ke tempatnya. Lembar kedua dibawa kembali oleh pengantar dalam kondisi sudah ditandatangani penerima, dan lembar inilah yang paling berharga karena menjadi bukti sah bagi pengirim. Lembar ketiga menjadi arsip pengantar atau tertinggal di buku bendel sebagai urutan nomor.

Apakah usaha kecil yang mengantar barang sendiri tetap perlu surat jalan? Perlu, terutama kalau barang diantar oleh orang lain, diantar ke alamat yang jauh, atau nilainya tidak kecil. Selama barang berpindah tanpa disaksikan pemilik usaha, selalu ada jarak antara apa yang dikirim dan apa yang diakui diterima. Kalau tidak sempat membuat lembar rangkap, cara paling sederhana adalah memakai buku nota dua rangkap dan memotret lembar yang sudah ditandatangani penerima.

Bagaimana cara memakai surat jalan untuk mencocokkan stok saat barang datang dari supplier? Jangan menandatangani surat jalan sebelum barang dihitung, karena tanda tangan berarti Anda mengakui jumlah yang tertulis. Hitung fisik per baris, bandingkan tiga angka sekaligus yaitu angka pesanan Anda, angka di surat jalan, dan angka fisik yang benar-benar turun. Tulis temuannya di lembar surat jalan sebelum tanda tangan, potret lembarnya, lalu masukkan angka fisik ke kartu stok di hari yang sama supaya selisih ketahuan hari itu juga.

Ingin surat jalan yang Anda terima langsung berubah jadi catatan stok yang benar tanpa dicatat dua kali? Chat tim Kasirnesia lewat WhatsApp di wa.me/6285136212005, kami bantu susun alur barang masuk dan keluar untuk usaha Anda.

Gratis untuk mulai

Siap berhenti nyatet manual dan mulai jualan lebih rapi?

Coba Kasirnesia gratis, tetap jalan walau internet mati, dan langganan bulanan tanpa setor setahun di muka. Tim kami siap bantu setup lewat WhatsApp.