Kredit usaha rakyat adalah program kredit dan pembiayaan bersubsidi pemerintah dengan bunga rendah untuk pelaku UMKM yang usahanya sudah layak dibiayai tapi belum memenuhi seluruh syarat perbankan biasa. Bagi pemilik warung, kafe, toko kelontong, atau laundry yang butuh tambahan modal, KUR sering jadi pilihan pertama justru karena bunganya ditekan pemerintah dan sebagian skemanya tidak menuntut agunan tambahan.
Masalahnya, banyak pemilik usaha kecil datang ke bank dengan gambaran yang keliru. Ada yang mengira KUR adalah bantuan pemerintah yang tidak perlu dikembalikan, ada yang mengira semua pengajuan pasti cair asal punya KTP dan surat keterangan usaha. Dua asumsi ini yang bikin banyak orang kecewa di tengah jalan. Artikel ini membahas KUR dari sisi Anda sebagai pemilik usaha yang mau mengajukan: apa persisnya KUR itu, kenapa bunganya lebih rendah, jenis dan plafonnya, syarat dan dokumennya, alur pengajuannya, alasan pengajuan paling sering ditolak, dan hal praktis yang bisa Anda siapkan mulai hari ini supaya posisi Anda lebih kuat di mata bank.
Daftar Isi
- Apa Itu KUR dan Kenapa Bunganya Bisa Lebih Rendah dari Kredit Bank Biasa
- Tiga Jenis KUR: Super Mikro, Mikro, dan Kecil Beserta Plafon dan Bunganya
- Syarat Pengajuan KUR dan Dokumen yang Perlu Disiapkan
- Bank Penyalur KUR dan Alur Pengajuan Langkah demi Langkah
- Simulasi Angsuran KUR untuk Warung dan Kafe
- Alasan Pengajuan KUR Paling Sering Ditolak
- Pembukuan dan Catatan Penjualan yang Rapi Menaikkan Peluang Lolos
- FAQ: Pertanyaan Umum seputar Kredit Usaha Rakyat
Apa Itu KUR dan Kenapa Bunganya Bisa Lebih Rendah dari Kredit Bank Biasa
Menurut penjelasan resmi di situs Kredit Usaha Rakyat milik Kemenko Perekonomian (kur.ekon.go.id), KUR adalah program pembiayaan atau kredit bersubsidi pemerintah dengan bunga rendah, yang 100 persen dananya milik bank atau Lembaga Keuangan Bukan Bank penyalur KUR, dan disalurkan dalam bentuk dana untuk keperluan modal kerja serta investasi. Penerimanya adalah pelaku UMKM perorangan, badan usaha, atau kelompok usaha yang punya usaha produktif dan layak tapi belum punya agunan tambahan, atau dalam istilah resminya feasible namun belum bankable.
Kalimat "100 persen dananya milik bank" itu penting dan sering terlewat. KUR bukan uang hibah dari pemerintah, bukan bantuan sosial, dan bukan dana yang bisa Anda anggap gratis. Uangnya milik bank penyalur, dan Anda tetap wajib mengembalikannya sesuai jadwal angsuran yang disepakati. Kalau macet, konsekuensinya sama seperti kredit lain, mulai dari catatan buruk di riwayat kredit sampai penagihan.
Lalu kenapa bunganya bisa lebih rendah? Sumber yang sama menjelaskan bahwa subsidi yang diberikan pemerintah berupa subsidi bunga, ditambah ada pola penjaminan, sehingga agunan pokok KUR berupa usaha atau objek yang dibiayai itu sendiri. Jadi selisih antara bunga komersial dan bunga yang Anda bayar ditanggung pemerintah lewat skema subsidi, sementara risiko gagal bayarnya sebagian ditanggung lembaga penjamin. Itu sebabnya bank bersedia menyalurkan ke pelaku usaha yang biasanya tidak lolos kredit komersial.
Kabar baik untuk pembaca situs ini: sektor usaha yang dibiayai KUR mencakup sektor perdagangan, termasuk kuliner dan pedagang eceran, serta sektor jasa yang mencakup penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan, sebagaimana dirinci di halaman FAQ resmi KUR. Warung makan, kafe, kedai kopi, toko kelontong, dan usaha sejenis jelas masuk dalam cakupan itu. Kalau Anda masih dalam tahap menghitung berapa dana yang sebenarnya dibutuhkan sebelum memutuskan meminjam, baca dulu panduan modal usaha untuk memisahkan mana kebutuhan modal investasi dan mana modal kerja, supaya jumlah yang Anda ajukan punya dasar hitungan.
Poin Penting: KUR menurunkan biaya pinjaman, bukan menurunkan risiko usaha. Bunga 6 persen tetap jadi beban bulanan yang harus keluar dari kas usaha, ramai atau sepi. Pertanyaan yang lebih tepat sebelum mengajukan bukan "berapa maksimal yang bisa saya dapat", tapi "berapa angsuran yang masih aman ditanggung arus kas usaha saya setiap bulan".
Tiga Jenis KUR: Super Mikro, Mikro, dan Kecil Beserta Plafon dan Bunganya
Ada beberapa skema KUR, tapi tiga yang paling relevan untuk pemilik usaha kecil adalah KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil. Selain ketiganya masih ada KUR Khusus untuk kelompok usaha berbasis klaster dan KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia, yang sasarannya berbeda dari pembahasan di sini.
Rincian plafon, jangka waktu, suku bunga, dan ketentuan agunan berikut mengacu pada informasi produk KUR yang dipublikasikan bank penyalur, yaitu Bank Mandiri (bankmandiri.co.id) dan Bank Kalbar (bankkalbar.co.id). Keduanya menampilkan ketentuan yang sejalan.
| Skema | Plafon | Suku bunga (pengajuan pertama) | Jangka waktu | Agunan tambahan | Lama usaha minimal |
|---|---|---|---|---|---|
| KUR Super Mikro | Sampai dengan Rp10 juta | 3% efektif per tahun | Modal kerja maks 3 tahun, investasi maks 5 tahun | Tidak diberlakukan | Tidak dibatasi, dengan syarat pendampingan atau pelatihan |
| KUR Mikro | Di atas Rp10 juta sampai Rp100 juta | 6% efektif per tahun | Modal kerja maks 3 tahun, investasi maks 5 tahun | Tidak diberlakukan | Minimal 6 bulan |
| KUR Kecil | Di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta | 6% efektif per tahun | Modal kerja maks 4 tahun, investasi maks 5 tahun | Wajib, berupa tanah dan/atau bangunan atau kendaraan bermotor | Minimal 6 bulan |
Ada detail yang perlu Anda perhatikan soal suku bunga. Angka 6 persen di tabel berlaku untuk pemohon yang baru mengakses KUR pertama kali. Untuk pengajuan berikutnya, suku bunga bisa naik bertahap menjadi 7 persen pada pengajuan kedua, 8 persen pada pengajuan ketiga, dan 9 persen pada pengajuan keempat, sebagaimana dicantumkan Bank Kalbar. Bank Mandiri mencantumkan pola serupa dengan pembeda tambahan, yaitu calon penerima di sektor produksi atau perdagangan ekspor tetap dikenakan 6 persen efektif per tahun, sementara kenaikan bertahap berlaku untuk sektor perdagangan non-ekspor. Karena rinciannya bisa berbeda antar penyalur dan antar sektor usaha, tanyakan langsung ke bank yang Anda tuju sebelum menandatangani apa pun.
Perhatikan juga bahwa KUR Super Mikro adalah satu-satunya skema yang tidak menuntut usaha sudah berjalan minimal 6 bulan. Bank Mandiri mencantumkan bahwa calon penerima KUR Super Mikro dimungkinkan bagi usaha kurang dari 6 bulan, asalkan memenuhi salah satu dari empat syarat: mengikuti pendampingan, mengikuti pelatihan kewirausahaan atau pelatihan lainnya, tergabung dalam kelompok usaha, atau memiliki anggota keluarga yang sudah punya usaha produktif. Untuk pemilik warung yang baru buka tiga bulan dan butuh tambahan modal kecil, jalur ini yang paling masuk akal dicek lebih dulu.
Satu lagi pembeda besar antara KUR Mikro dan KUR Kecil adalah agunan tambahan. KUR Super Mikro dan KUR Mikro tidak memberlakukan agunan tambahan, sementara KUR Kecil mensyaratkan agunan tambahan berupa tanah dan/atau bangunan atau kendaraan bermotor. Penerima KUR Kecil juga wajib ikut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan menurut ketentuan yang dicantumkan Bank Kalbar. Jadi lompat dari plafon Rp100 juta ke Rp150 juta bukan sekadar menaikkan angka, tapi berpindah ke kategori dengan syarat yang jauh berbeda.
Syarat Pengajuan KUR dan Dokumen yang Perlu Disiapkan
Syarat pokok penerima KUR yang dicantumkan Bank Mandiri terdiri atas lima hal: punya usaha produktif dan layak dibiayai yang telah berjalan paling singkat 6 bulan, punya NIB atau surat keterangan usaha mikro dan kecil yang diterbitkan pejabat berwenang, punya NIK yang dibuktikan dengan e-KTP atau surat keterangan pembuatan e-KTP, punya NPWP untuk nilai pinjaman di atas Rp50 juta, dan belum pernah menerima kredit atau pembiayaan komersial dengan plafon di atas Rp20 juta.
Di luar itu ada kriteria penerimaan risiko yang dipakai bank untuk menyaring pemohon. Usia calon debitur minimal 21 tahun atau sudah menikah. Bank akan mengecek riwayat kredit Anda lewat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), dan kredit lain yang boleh berjalan bersamaan dibatasi jenisnya, misalnya kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan roda dua untuk tujuan produktif, kartu kredit, dan kredit konsumsi rumah tangga, dengan syarat kolektibilitasnya lancar. Khusus calon debitur KUR Kecil, ada syarat tambahan tidak masuk Daftar Hitam Nasional penarik cek atau bilyet giro kosong.
Berikut dokumen yang lazim diminta. Daftar ini menggabungkan ketentuan dokumen dari Bank Mandiri dan Bank Kalbar, jadi bank yang Anda datangi bisa saja meminta lebih sedikit atau lebih banyak.
| Dokumen | Untuk siapa | Catatan |
|---|---|---|
| e-KTP pemohon dan pasangan | Semua skema | Bisa diganti surat keterangan pembuatan e-KTP kalau belum jadi |
| Kartu Keluarga | Semua skema | Salinan |
| Surat atau akta nikah, atau akta cerai | Pemohon yang sudah menikah atau bercerai | Salinan |
| NIB atau Surat Keterangan Usaha | Semua skema | SKU bisa diterbitkan RT/RW, kelurahan, atau desa |
| NPWP | Pinjaman di atas Rp50 juta | Wajib |
| Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan | KUR Kecil dan KUR Khusus plafon di atas Rp100 juta | Wajib |
| Salinan laporan keuangan | Diminta sebagian penyalur | Dipakai menilai arus kas usaha |
| Dokumen agunan tambahan | KUR Kecil | Sertifikat tanah, bangunan, atau BPKB kendaraan |
| Buku tabungan di bank penyalur | Diminta sebagian penyalur | Untuk pencairan dan pendebetan angsuran |
Kalau usaha Anda belum punya NIB, urus dulu sebelum mendatangi bank, karena dokumen ini sering jadi penghambat di titik paling awal. Prosesnya gratis dan bisa dilakukan sendiri secara online, langkahnya kami bahas di panduan cara membuat NIB. Untuk salinan laporan keuangan, Anda tidak perlu laporan audit yang rumit, cukup laporan sederhana yang konsisten dan bisa dipertanggungjawabkan. Format dasarnya bisa Anda pelajari di panduan laporan keuangan untuk usaha kecil.
Bank Penyalur KUR dan Alur Pengajuan Langkah demi Langkah
KUR tidak disalurkan langsung oleh pemerintah, melainkan lewat lembaga penyalur yang ditunjuk. Berdasarkan daftar penyalur di situs resmi KUR, kelompoknya mencakup bank BUMN (Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara), bank pembangunan daerah dari berbagai provinsi seperti BPD DIY, BPD Jabar, BPD Jateng, BPD Kalbar, dan BPD Sumut, bank umum swasta seperti BCA, Permata, OCBC NISP, dan Sinarmas, perusahaan pembiayaan, koperasi simpan pinjam, serta penyalur dengan skema syariah.
Untuk pemilik warung dan toko, pertimbangan praktisnya sederhana. Pilih penyalur yang punya kantor unit mikro paling dekat dengan lokasi usaha, karena petugasnya yang nanti melakukan survei dan menjadi tempat Anda bertanya selama masa angsuran. Kalau Anda sudah punya rekening aktif di salah satu bank penyalur, mulai dari situ, karena mutasi rekening yang sudah berjalan bisa membantu bank menilai arus kas usaha Anda.
Alur pengajuannya secara umum seperti ini:
- Tentukan kebutuhan dan skema yang cocok. Hitung dulu berapa dana yang benar-benar Anda butuhkan dan untuk apa, lalu cocokkan dengan plafon KUR Super Mikro, Mikro, atau Kecil.
- Siapkan seluruh dokumen sesuai daftar di bagian sebelumnya, dalam bentuk asli dan salinan, sebelum berangkat ke bank.
- Datangi kantor cabang atau unit mikro bank penyalur, atau daftar lewat aplikasi dan situs resmi bank yang menyediakan pengajuan online.
- Isi formulir permohonan dan serahkan dokumen ke petugas. Di tahap ini biasanya Anda ditanya lama usaha, omzet rata-rata, dan rencana pemakaian dana.
- Ikuti proses survei dan verifikasi usaha. Petugas akan mendatangi tempat usaha untuk memastikan usahanya nyata dan berjalan, melihat kondisi tempat, stok, dan catatan penjualan Anda.
- Menunggu analisis kredit dan pengecekan SLIK. Bank menilai kemampuan bayar berdasarkan arus kas usaha, riwayat kredit, dan kelengkapan dokumen.
- Keputusan, akad kredit, dan pencairan. Kalau disetujui, Anda menandatangani akad kredit lalu dana dicairkan ke rekening Anda.
Pro Tip: Kebijakan KUR menegaskan bahwa jumlah kredit yang diterima harus sesuai dengan nilai akad yang ditandatangani, sehingga tidak diperbolehkan adanya potongan dalam bentuk apa pun, sebagaimana dijelaskan di halaman kebijakan resmi (kur.ekon.go.id). Kalau ada pihak yang menawarkan jasa "meloloskan" pengajuan dengan imbalan potongan pencairan, itu tanda bahaya. Urus sendiri lewat kantor bank resmi.
Simulasi Angsuran KUR untuk Warung dan Kafe
Suku bunga KUR dinyatakan efektif per tahun, bukan flat. Perbedaannya nyata: pada bunga efektif, bunga dihitung dari sisa pokok yang belum terbayar, sehingga porsi bunga mengecil seiring pokok berkurang. Kalau ada pihak yang membandingkan bunga KUR dengan bunga flat pinjaman lain, angkanya tidak setara dan bisa menyesatkan.
Tabel berikut adalah contoh ilustrasi angsuran dengan metode anuitas, memakai suku bunga yang berlaku untuk pengajuan pertama. Angka dibulatkan ke ratusan rupiah terdekat. Ini bukan penawaran resmi bank, dan angsuran sebenarnya bisa berbeda tergantung metode perhitungan penyalur serta biaya lain seperti notaris atau asuransi kalau ada.
| Skema (contoh ilustrasi) | Plafon | Bunga efektif per tahun | Tenor | Angsuran per bulan | Total bunga selama tenor |
|---|---|---|---|---|---|
| KUR Super Mikro | Rp10.000.000 | 3% | 36 bulan | Rp290.800 | Rp469.200 |
| KUR Mikro | Rp25.000.000 | 6% | 36 bulan | Rp760.500 | Rp2.379.700 |
| KUR Mikro | Rp50.000.000 | 6% | 36 bulan | Rp1.521.100 | Rp4.759.500 |
| KUR Mikro | Rp50.000.000 | 6% | 24 bulan | Rp2.216.000 | Rp3.184.700 |
Bandingkan dua baris terakhir. Pinjaman yang sama sebesar Rp50 juta, kalau tenornya dipendekkan dari 36 bulan ke 24 bulan, total bunganya turun dari sekitar Rp4,76 juta menjadi sekitar Rp3,18 juta, tapi angsuran bulanannya melonjak dari sekitar Rp1,52 juta menjadi Rp2,22 juta. Tenor pendek lebih murah secara total, tapi menekan kas bulanan lebih keras. Pilihannya bergantung pada seberapa stabil arus kas usaha Anda, bukan pada mana yang angkanya terlihat lebih kecil di brosur.
Sekarang uji kelayakannya dengan angka usaha. Contoh ilustrasi: warung makan dengan omzet harian Rp1.500.000 dan buka 26 hari sebulan menghasilkan omzet bulanan Rp39.000.000. Kalau margin bersihnya 15 persen setelah semua biaya, laba bersihnya Rp5.850.000 per bulan. Angsuran KUR Mikro Rp50 juta tenor 36 bulan sebesar Rp1.521.100 berarti menyerap sekitar 26 persen dari laba bersih itu. Masih bisa ditanggung, tapi menyisakan ruang yang tidak terlalu longgar kalau ada bulan sepi atau harga bahan baku naik.
Sebelum menentukan plafon yang diajukan, cek dulu pola uang masuk dan keluar usaha Anda selama beberapa bulan terakhir. Panduan laporan arus kas bisa membantu Anda melihat apakah kas usaha benar-benar punya ruang untuk angsuran tetap setiap bulan, atau justru sudah pas-pasan sebelum ada cicilan sama sekali.
Alasan Pengajuan KUR Paling Sering Ditolak
Tidak semua pengajuan KUR disetujui, dan itu wajar karena bank tetap memikul risiko gagal bayar. Berikut penyebab yang paling sering muncul, sebagian besar bersumber dari syarat formal yang sudah dijelaskan di atas.
Pertama, riwayat kredit bermasalah yang terbaca di SLIK. Tunggakan kartu kredit, cicilan kendaraan yang telat, atau pinjaman online yang macet akan terlihat, dan status kolektibilitas yang tidak lancar biasanya langsung menggugurkan pengajuan. Kalau Anda pernah punya pinjaman yang sudah lunas tapi masih tercatat, siapkan surat keterangan lunas dari pemberi pinjaman sebelumnya.
Kedua, pemohon ternyata sudah pernah menerima kredit atau pembiayaan komersial dengan plafon di atas Rp20 juta. Ini syarat eksplisit yang dicantumkan penyalur, dengan pengecualian terbatas seperti kredit konsumsi rumah tangga dan pinjaman skema ultra mikro dengan plafon maksimal Rp20 juta.
Ketiga, usaha belum berjalan 6 bulan untuk pengajuan KUR Mikro atau KUR Kecil. Kalau usaha Anda memang masih seumur jagung, arahkan ke KUR Super Mikro yang tidak membatasi lama usaha, dengan konsekuensi plafonnya sampai Rp10 juta saja.
Keempat, dokumen dasar belum ada atau tidak sinkron. NIB atau Surat Keterangan Usaha belum diurus, nama di KTP berbeda dengan nama di dokumen usaha, atau alamat usaha di berkas tidak sama dengan alamat sebenarnya. Hal administratif seperti ini menahan pengajuan lebih sering daripada yang orang kira.
Kelima, usaha tidak terbukti berjalan saat survei. Petugas datang di jam operasional yang Anda sebutkan tapi warung tutup, stok kosong, atau tidak ada satu pun catatan penjualan yang bisa ditunjukkan. Dari sudut pandang bank, ini sinyal bahwa omzet yang Anda sebutkan tidak bisa diverifikasi.
Keenam, plafon yang diminta tidak sebanding dengan skala usaha. Mengajukan Rp100 juta untuk warung dengan omzet Rp15 juta sebulan akan sulit lolos, karena analisis kemampuan bayar tidak mendukung. Lebih realistis mengajukan jumlah yang angsurannya jelas tertutup arus kas, lalu naik bertahap setelah rekam jejak pembayaran Anda terbangun.
Ketujuh, tujuan penggunaan dana bersifat konsumtif. KUR ditujukan untuk modal kerja dan investasi usaha produktif. Rencana pemakaian yang tidak berhubungan dengan usaha akan sulit dipertanggungjawabkan saat wawancara.
Pembukuan dan Catatan Penjualan yang Rapi Menaikkan Peluang Lolos
Kalau ada satu hal yang bisa Anda perbaiki mulai hari ini tanpa menunggu apa pun dari bank, itu adalah pencatatan. Perhatikan bahwa Bank Kalbar mencantumkan salinan laporan keuangan sebagai salah satu dokumen persyaratan KUR. Ini bukan formalitas. Bank ingin melihat arus kas usaha Anda dalam bentuk angka yang bisa diperiksa, bukan cerita lisan soal "ramai kok, sehari bisa dapat sejuta lebih".
Bedanya terasa jelas saat survei. Pemilik warung yang bisa membuka catatan penjualan tiga bulan terakhir, menunjukkan hari ramai dan hari sepi, serta menjelaskan berapa rata-rata omzet per hari dengan data, berada di posisi yang jauh lebih kuat dibanding pemilik warung yang cuma menyodorkan tumpukan nota tanpa rekap. Bukan karena angkanya lebih besar, tapi karena angkanya bisa dipercaya.
Ada empat kebiasaan yang paling berdampak. Pertama, pisahkan rekening usaha dari rekening pribadi, supaya mutasi rekening usaha benar-benar menggambarkan kondisi usaha. Kedua, catat penjualan setiap hari, bukan direkap di akhir bulan dari ingatan. Panduan laporan penjualan harian menjelaskan komponen minimum yang perlu ada di catatan harian Anda. Ketiga, susun pembukuan sederhana yang konsisten formatnya dari bulan ke bulan, langkah dasarnya bisa Anda ikuti di panduan pembukuan usaha. Keempat, simpan bukti pengeluaran belanja bahan baku, supaya margin yang Anda klaim punya dasar.
Kalau usaha Anda masih mencatat manual di buku tulis, mengumpulkan data tiga bulan ke belakang sering jadi pekerjaan berat menjelang pengajuan. Aplikasi kasir mencatat setiap transaksi otomatis saat penjualan terjadi, jadi rekap harian, mingguan, dan bulanan sudah tersedia kapan pun dibutuhkan. Kasirnesia dibuat untuk kebutuhan seperti ini, dan fitur laporannya bisa Anda lihat lengkap di halaman fitur, atau dicoba lebih dulu lewat paket gratis sebelum berlangganan.
Perlu ditegaskan, Kasirnesia adalah aplikasi kasir dan pencatatan penjualan, bukan bank, bukan lembaga pembiayaan, dan bukan konsultan kredit. Catatan yang rapi memperkuat berkas Anda, tapi keputusan menyetujui atau menolak KUR sepenuhnya ada di tangan bank penyalur berdasarkan analisis mereka sendiri. Yang bisa Anda kendalikan adalah menyiapkan data usaha yang jujur, lengkap, dan mudah diverifikasi.
FAQ: Pertanyaan Umum seputar Kredit Usaha Rakyat
Apa itu kredit usaha rakyat dan siapa yang boleh mengajukan? Kredit usaha rakyat atau KUR adalah program kredit dan pembiayaan bersubsidi pemerintah dengan bunga rendah, yang seluruh dananya milik bank atau lembaga keuangan penyalur, disalurkan untuk modal kerja dan investasi. Sasarannya pelaku UMKM perorangan, badan usaha, atau kelompok usaha yang punya usaha produktif dan layak dibiayai tapi belum memenuhi seluruh persyaratan perbankan biasa. Warung makan, kafe, toko kelontong, dan usaha laundry termasuk sektor yang bisa dibiayai KUR karena masuk sektor perdagangan dan jasa penyediaan makanan.
Kenapa bunga KUR lebih rendah dibanding kredit bank biasa? Karena pemerintah memberikan subsidi bunga kepada bank penyalur, ditambah pola penjaminan sehingga agunan pokoknya berupa usaha atau objek yang dibiayai itu sendiri. Dana yang dipinjamkan tetap 100 persen milik bank penyalur, bukan uang hibah dari pemerintah. Artinya KUR tetap utang yang harus Anda kembalikan sesuai jadwal angsuran, cuma beban bunganya ditekan lewat subsidi.
Berapa plafon dan suku bunga KUR Super Mikro, Mikro, dan Kecil? Berdasarkan ketentuan yang dipublikasikan bank penyalur seperti Bank Mandiri dan Bank Kalbar, KUR Super Mikro berplafon sampai dengan Rp10 juta dengan suku bunga 3 persen efektif per tahun. KUR Mikro berplafon di atas Rp10 juta sampai Rp100 juta dan KUR Kecil di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta, keduanya 6 persen efektif per tahun untuk pengajuan pertama kali. Untuk pengajuan berikutnya, suku bunga bisa naik bertahap menjadi 7, 8, sampai 9 persen tergantung sektor usaha dan ketentuan penyalur, jadi konfirmasikan dulu ke bank yang Anda tuju.
Apa saja syarat utama mengajukan KUR? Syarat pokoknya adalah punya usaha produktif dan layak dibiayai yang sudah berjalan paling singkat 6 bulan, punya NIB atau Surat Keterangan Usaha, punya NIK yang dibuktikan e-KTP, punya NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta, dan belum pernah menerima kredit komersial dengan plafon di atas Rp20 juta. Usia pemohon minimal 21 tahun atau sudah menikah. Khusus KUR Super Mikro, usaha yang berjalan kurang dari 6 bulan masih dimungkinkan asal pemohon mengikuti pendampingan, pelatihan kewirausahaan, tergabung dalam kelompok usaha, atau punya anggota keluarga yang sudah berusaha.
Kenapa pengajuan KUR sering ditolak? Penyebab paling umum adalah riwayat kredit bermasalah yang terbaca di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pemohon sudah punya kredit komersial di atas Rp20 juta, usaha belum berjalan 6 bulan, dokumen dasar seperti NIB atau Surat Keterangan Usaha belum ada, dan tidak adanya bukti bahwa usaha benar-benar berjalan saat petugas melakukan survei. Plafon yang diminta jauh melampaui skala usaha juga sering jadi alasan penolakan, karena bank menilai kemampuan bayar dari arus kas usaha, bukan dari keinginan pemohon.
Apakah pembukuan yang rapi membantu pengajuan KUR disetujui? Pembukuan rapi tidak menjamin pengajuan disetujui, tapi jelas memperkuat posisi Anda. Sebagian penyalur mencantumkan salinan laporan keuangan sebagai dokumen yang perlu dilampirkan, dan petugas survei umumnya mencari bukti bahwa usaha benar-benar berjalan. Catatan penjualan harian, laporan laba rugi sederhana, dan rekening usaha yang terpisah dari rekening pribadi membuat arus kas Anda bisa ditunjukkan sebagai angka, bukan sekadar diceritakan lisan.
Ketentuan KUR bisa berubah setiap periode kebijakan, termasuk plafon, suku bunga, dan syarat administratifnya. Sebelum mengajukan, konfirmasikan angka terbaru langsung ke bank penyalur atau situs resmi kur.ekon.go.id. Ada pertanyaan soal merapikan catatan penjualan usaha Anda sebelum mengajukan? Chat tim Kasirnesia lewat WhatsApp di wa.me/6285136212005, kami bantu di sisi pencatatannya.

