Kasirnesia

Keuangan & Pembukuan

Jurnal Penyesuaian: 7 Jenis, Contoh Debit Kredit, dan Cara Membuatnya

Jurnal penyesuaian merapikan catatan sebelum laporan keuangan disusun. Pahami 7 jenisnya, kapan dibuat, dan contoh jurnal debit kredit untuk toko dan kafe.

17 menit baca
Jurnal Penyesuaian: 7 Jenis, Contoh Debit Kredit, dan Cara Membuatnya

Jurnal penyesuaian adalah catatan yang dibuat di akhir periode untuk membetulkan saldo akun yang belum mencerminkan keadaan sebenarnya, sebelum laporan keuangan disusun. Ini bukan pekerjaan tambahan yang dibuat-buat akuntan, melainkan jembatan antara catatan kas harian yang Anda pegang dan angka laba yang benar-benar bisa dipercaya untuk mengambil keputusan.

Masalah yang mau diselesaikan sederhana. Kas bergerak pada waktunya sendiri, sementara kejadian ekonominya bergerak pada waktu yang lain. Sewa ruko dibayar sekaligus di awal tahun, padahal manfaatnya habis pelan-pelan sepanjang dua belas bulan. Gaji tanggal 26 sampai 30 baru dibayar awal bulan berikutnya, padahal orangnya sudah bekerja di bulan ini. Kalau selisih waktu seperti itu dibiarkan, laporan bulan berjalan bisa terlihat untung besar karena beban yang seharusnya masuk justru mengendap di bulan depan.

Daftar Isi

  1. Apa Itu Jurnal Penyesuaian dan Kenapa Usaha Kecil Perlu Membuatnya
  2. Kenapa Basis Akrual Melahirkan Jurnal Penyesuaian
  3. Kapan Jurnal Penyesuaian Dibuat dalam Alur Tutup Buku
  4. Tujuh Jenis Jurnal Penyesuaian dan Contoh Debit Kreditnya
  5. Contoh Lengkap Tutup Buku Kafe Kopi Ranting per 30 September
  6. Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Saat Menyusun Jurnal Penyesuaian
  7. Cara Menyiapkan Data agar Jurnal Penyesuaian Tidak Menebak
  8. FAQ Pertanyaan Umum seputar Jurnal Penyesuaian

Apa Itu Jurnal Penyesuaian dan Kenapa Usaha Kecil Perlu Membuatnya

Setiap transaksi harian yang Anda catat, entah lewat aplikasi kasir atau buku tulis, masuk lebih dulu sebagai jurnal umum. Di sana yang tercatat adalah kejadian yang punya bukti nyata: struk penjualan, nota belanja bahan, kuitansi bayar listrik. Semua rapi selama ada uang yang benar-benar berpindah.

Persoalannya, ada golongan kejadian yang nyata secara ekonomi tapi tidak menghasilkan bukti transaksi apa pun di tanggal itu. Mesin espresso Anda kehilangan sebagian nilainya setiap bulan, tanpa ada nota. Stok gelas kertas berkurang tiap hari, tanpa ada struk pembelian baru. Sewa yang sudah dibayar bulan lalu terpakai sedikit demi sedikit, tanpa ada uang keluar lagi. Kejadian seperti inilah yang ditangkap jurnal penyesuaian.

Ada tiga pola dasar yang membuat saldo akun meleset di akhir periode. Pertama, kas sudah bergerak tapi manfaatnya belum habis, seperti sewa dan asuransi dibayar di muka. Kedua, manfaat sudah dinikmati tapi kas belum bergerak, seperti gaji dan tagihan listrik yang jatuh tempo bulan depan. Ketiga, nilai aset berubah karena waktu atau pemakaian, seperti penyusutan mesin dan perlengkapan yang habis terpakai. Tiga pola ini yang nanti bercabang jadi tujuh jenis penyesuaian.

Untuk pemilik usaha kecil, manfaat praktisnya bukan soal kepatuhan standar akuntansi. Manfaatnya adalah Anda berhenti mengambil keputusan berdasarkan angka yang salah. Kalau laba bulan ini terlihat Rp 21 juta padahal setelah disesuaikan tinggal Rp 12 juta, keputusan menambah karyawan atau membuka cabang kedua akan berpijak di tanah yang berbeda. Fondasi pencatatan hariannya sendiri sudah kami bahas terpisah di panduan pembukuan usaha sederhana.

Poin Penting: Jurnal penyesuaian tidak menambah atau mengurangi uang di laci kasir Anda satu rupiah pun. Yang diubah hanya letak pendapatan dan beban di periode mana. Justru karena tidak menyentuh kas, bagian ini paling sering dilewati, dan paling sering jadi penyebab laporan terlihat bagus padahal kas selalu terasa seret.

Kenapa Basis Akrual Melahirkan Jurnal Penyesuaian

Ada dua cara mengakui kapan sebuah pendapatan atau beban dianggap terjadi. Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menyebut keduanya secara eksplisit di Pasal 28 ayat (5), bahwa pembukuan diselenggarakan dengan prinsip taat asas dan dengan stelsel akrual atau stelsel kas (JDIH Kemenkeu). Kata kuncinya di situ adalah taat asas, artinya Anda memilih satu cara lalu memakainya konsisten, bukan berganti-ganti sesuai kebutuhan.

Direktorat Jenderal Pajak menjelaskan stelsel kas sebagai metode penghitungan yang didasarkan pada transaksi secara tunai, dengan penghasilan diakui apabila telah diterima secara tunai dalam suatu Tahun Pajak dan biaya diakui apabila benar-benar telah dibayar secara tunai (DJP). Basis akrual bekerja sebaliknya, mengikat pengakuan pada saat kejadiannya, bukan saat uangnya berpindah.

Jurnal penyesuaian pada dasarnya adalah harga yang harus dibayar kalau Anda memilih basis akrual. Semakin banyak transaksi usaha Anda yang waktu kejadian dan waktu kasnya berbeda, semakin panjang daftar penyesuaian di akhir bulan. Berikut perbandingan yang paling sering muncul di warung dan kafe.

Kejadian di usaha AndaPerlakuan basis kasPerlakuan basis akrual
Bayar sewa ruko setahun di muka Rp 24.000.000Seluruhnya jadi beban di bulan pembayaranDiakui bertahap Rp 2.000.000 per bulan selama 12 bulan
Pelanggan menebus voucher yang dibayar bulan laluTidak ada pendapatan, karena uangnya sudah masuk lebih duluPendapatan diakui saat kopi benar-benar diserahkan
Gaji tanggal 26 sampai 30 September dibayar 5 OktoberJadi beban OktoberJadi beban September, saat orangnya bekerja
Tagihan listrik September dibayar 20 OktoberJadi beban OktoberJadi beban September
Etalase dan kulkas dibeli tiga tahun laluSudah habis jadi beban saat dibeliDisusutkan sedikit demi sedikit tiap bulan

Standar akuntansi untuk pelaku usaha kecil di Indonesia juga sudah tersedia. Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan SAK EMKM, standar yang berdiri sendiri untuk entitas mikro, kecil, dan menengah, berlaku efektif per 1 Januari 2018, dengan dasar pengukuran murni memakai biaya historis sehingga aset dan liabilitas cukup dicatat sebesar biaya perolehannya (IAI). Standar yang sama menekankan konsep entitas bisnis, artinya kekayaan pribadi pemilik harus dipisahkan dari kekayaan usaha. Bagi banyak warung, memisahkan dompet pribadi dan laci kasir justru langkah pertama sebelum bicara jurnal penyesuaian sama sekali.

Kapan Jurnal Penyesuaian Dibuat dalam Alur Tutup Buku

Posisinya spesifik. Jurnal penyesuaian tidak dibuat sembarang waktu, dan tidak dibuat sesudah laporan jadi. Urutannya seperti ini:

  1. Transaksi harian dicatat sepanjang periode, biasanya otomatis dari aplikasi kasir atau manual ke buku jurnal.
  2. Saldo tiap akun dihitung, lalu disusun jadi neraca saldo untuk memastikan total debit dan total kredit sudah sama.
  3. Jurnal penyesuaian dibuat berdasarkan daftar periksa akhir periode, bukan berdasarkan ingatan.
  4. Neraca saldo setelah penyesuaian disusun ulang, dengan saldo akun yang sudah terkoreksi.
  5. Laporan keuangan dibuat dari angka yang sudah disesuaikan, mulai dari laporan laba rugi sampai neraca.

Melewatkan langkah tiga berarti langkah lima berjalan di atas angka mentah. Laporannya tetap jadi, tetap rapi tampilannya, dan tetap salah isinya. Gambaran menyeluruh soal jenis laporan yang harus keluar di ujung alur ini bisa Anda baca di panduan laporan keuangan sederhana untuk usaha kecil.

Soal frekuensi, pilihan yang umum adalah sekali sebulan atau sekali setahun. Untuk usaha kecil, kami menyarankan bulanan. Alasannya praktis, bukan teoretis. Bukti fisik seperti nota bengkel, tagihan listrik, dan catatan opname masih mudah dicari kalau jaraknya baru empat minggu. Kalau ditunda sampai akhir tahun, Anda akan menghabiskan waktu berhari-hari mengingat kejadian bulan Maret. Kewajiban menyimpan dokumen dasar pembukuan sendiri berlaku sepuluh tahun sesuai Pasal 28 ayat (11) undang-undang yang sama, jadi arsip rapi bukan sekadar kebiasaan baik, tetapi juga syarat administratif.

Tujuh Jenis Jurnal Penyesuaian dan Contoh Debit Kreditnya

Berikut tujuh jenis yang paling sering muncul di warung, toko kelontong, dan kafe, lengkap dengan contoh angka. Semua angka di bawah adalah contoh ilustrasi, silakan ganti dengan angka usaha Anda sendiri.

1. Beban dibayar di muka. Anda membayar sewa ruko setahun Rp 24.000.000 pada 1 Juli, dan mencatatnya sebagai aset bernama Sewa Dibayar di Muka. Per 30 September, tiga bulan sudah terpakai, senilai 3/12 dikali Rp 24.000.000 atau Rp 6.000.000. Debit Beban Sewa Rp 6.000.000, kredit Sewa Dibayar di Muka Rp 6.000.000. Sisa aset yang belum terpakai tinggal Rp 18.000.000. Pola yang sama berlaku untuk asuransi tahunan dan langganan aplikasi yang dibayar setahun di depan.

2. Pendapatan diterima di muka. Seorang pelanggan membeli voucher 300 gelas kopi seharga Rp 15.000 per gelas, total Rp 4.500.000, dibayar lunas di awal. Uang itu belum jadi pendapatan Anda, melainkan kewajiban untuk menyerahkan kopi. Sampai 30 September, 180 gelas sudah ditukar, senilai Rp 2.700.000. Debit Pendapatan Diterima di Muka Rp 2.700.000, kredit Pendapatan Penjualan Rp 2.700.000. Sisa kewajiban 120 gelas atau Rp 1.800.000 tetap tercatat sebagai utang.

3. Beban yang masih harus dibayar. Empat barista bekerja tanggal 26 sampai 30 September, lima hari, dengan upah harian Rp 110.000 per orang, tapi baru dibayar 5 Oktober. Nilainya 4 dikali 5 dikali Rp 110.000 sama dengan Rp 2.200.000. Debit Beban Gaji Rp 2.200.000, kredit Utang Gaji Rp 2.200.000. Logika yang sama dipakai untuk listrik, air, dan bunga pinjaman yang tagihannya baru datang bulan berikutnya.

4. Pendapatan yang masih harus diterima. Kafe Anda memasok kopi harian ke kantor sebelah dengan sistem tagih bulanan. Sampai 30 September sudah terkirim 140 gelas seharga Rp 18.000, total Rp 2.520.000, dan belum dibayar. Debit Piutang Usaha Rp 2.520.000, kredit Pendapatan Penjualan Rp 2.520.000. Ini juga yang membedakan omzet tercatat dengan uang yang benar-benar masuk laci.

5. Penyusutan aset tetap. Mesin espresso seharga Rp 36.000.000 ditaksir bermasa manfaat 4 tahun. Dengan metode garis lurus, penyusutan setahun 25 persen dikali Rp 36.000.000 sama dengan Rp 9.000.000, sehingga untuk tiga bulan menjadi Rp 2.250.000. Debit Beban Penyusutan Mesin Rp 2.250.000, kredit Akumulasi Penyusutan Mesin Rp 2.250.000. Angka 4 tahun dan 25 persen di sini mengikuti pengelompokan harta berwujud bukan bangunan Kelompok 1 versi Direktorat Jenderal Pajak, yang jenis hartanya dirinci dalam lampiran Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2023 (DJP).

6. Pemakaian perlengkapan. Saldo akun Perlengkapan di buku Anda Rp 5.400.000, isinya gelas kertas, tutup, sedotan, tisu, dan kemasan bawa pulang. Setelah dihitung fisik pada 30 September, sisanya tinggal Rp 1.950.000. Berarti yang terpakai Rp 3.450.000. Debit Beban Perlengkapan Rp 3.450.000, kredit Perlengkapan Rp 3.450.000. Banyak pemilik usaha melewatkan pos ini karena nilainya terlihat kecil satuan, padahal akumulasinya lumayan.

7. Selisih stok. Sistem kasir mencatat persediaan bahan senilai Rp 12.800.000, sedangkan hasil hitung fisik menunjukkan Rp 12.350.000. Selisih kurang Rp 450.000 harus diakui, bukan disembunyikan. Debit Beban Selisih Persediaan Rp 450.000, kredit Persediaan Bahan Rp 450.000. Cara menghitung fisiknya supaya hasilnya bisa dipercaya kami bahas terpisah di panduan cara stok opname yang benar.

Jenis penyesuaianPemicu di lapanganAkun didebitAkun dikredit
Beban dibayar di mukaSewa, asuransi, langganan tahunan dibayar di depanBeban terkaitAset dibayar di muka
Pendapatan diterima di mukaUang muka pesanan, voucher, paket kateringPendapatan diterima di mukaPendapatan penjualan
Beban yang masih harus dibayarGaji, listrik, air, bunga pinjaman jatuh tempo bulan depanBeban terkaitUtang beban
Pendapatan yang masih harus diterimaPenjualan tempo yang barangnya sudah diserahkanPiutang usahaPendapatan penjualan
Penyusutan aset tetapMesin, kendaraan, etalase, bangunan yang menuaBeban penyusutanAkumulasi penyusutan
Pemakaian perlengkapanKemasan, tisu, sedotan, ATK yang habis terpakaiBeban perlengkapanPerlengkapan
Selisih stokHasil opname fisik beda dengan catatan sistemBeban selisih persediaanPersediaan barang

Pro Tip: Perhatikan polanya. Pada beban dibayar di muka dan pemakaian perlengkapan, yang dikredit adalah akun aset yang menyusut. Pada pendapatan diterima di muka, yang didebit adalah akun kewajiban yang berkurang. Kalau Anda ragu arah debit kreditnya, tanyakan dulu akun mana yang nilainya berkurang, lalu tempatkan akun itu di sisi yang berlawanan dengan saldo normalnya.

Contoh Lengkap Tutup Buku Kafe Kopi Ranting per 30 September

Sekarang kita gabungkan tujuh penyesuaian tadi dalam satu kasus utuh. Semua angka berikut adalah contoh ilustrasi, bukan data usaha nyata, dan disusun agar aritmetikanya bisa Anda periksa sendiri.

Kafe Kopi Ranting menutup buku triwulan pada 30 September. Dari catatan kasir dan buku kas, laba bersih sebelum penyesuaian tercatat Rp 21.400.000. Angka ini yang tadinya mau dipakai pemiliknya untuk memutuskan menambah satu mesin lagi. Setelah daftar periksa akhir periode dijalankan, tujuh penyesuaian di bawah ini masuk.

NoPenyesuaianAkun didebitAkun dikreditNilai
1Sewa ruko terpakai 3 bulanBeban SewaSewa Dibayar di MukaRp 6.000.000
2Voucher kopi yang sudah ditukarPendapatan Diterima di MukaPendapatan PenjualanRp 2.700.000
3Gaji 26 sampai 30 SeptemberBeban GajiUtang GajiRp 2.200.000
4Pasokan kopi kantor belum ditagihPiutang UsahaPendapatan PenjualanRp 2.520.000
5Penyusutan mesin espresso 3 bulanBeban Penyusutan MesinAkumulasi Penyusutan MesinRp 2.250.000
6Perlengkapan terpakaiBeban PerlengkapanPerlengkapanRp 3.450.000
7Selisih kurang hasil opnameBeban Selisih PersediaanPersediaan BahanRp 450.000
TotalRp 19.570.000

Total debit Rp 19.570.000 sama persis dengan total kredit Rp 19.570.000, jadi persamaan dasarnya tetap seimbang. Ini pemeriksaan pertama yang wajib Anda lakukan sebelum melanjutkan. Kalau totalnya timpang, berarti ada baris yang salah nilai atau salah sisi.

Sekarang lihat dampaknya ke laba. Dua penyesuaian menambah pendapatan, yaitu nomor 2 dan nomor 4, totalnya Rp 2.700.000 ditambah Rp 2.520.000 sama dengan Rp 5.220.000. Lima penyesuaian sisanya menambah beban, yaitu Rp 6.000.000 ditambah Rp 2.200.000 ditambah Rp 2.250.000 ditambah Rp 3.450.000 ditambah Rp 450.000 sama dengan Rp 14.350.000.

BarisSebelum penyesuaianSetelah penyesuaian
Tambahan pendapatan diakuiRp 0Rp 5.220.000
Tambahan beban diakuiRp 0Rp 14.350.000
Dampak bersih ke labaRp 0minus Rp 9.130.000
Laba bersih triwulanRp 21.400.000Rp 12.270.000

Laba yang tadinya Rp 21.400.000 turun jadi Rp 12.270.000, berkurang Rp 9.130.000 atau sekitar 43 persen. Uang di rekening tidak berubah sepeser pun, tapi gambaran keuntungan yang dipakai untuk mengambil keputusan berubah drastis. Keputusan membeli mesin baru dengan laba Rp 12,27 juta per triwulan jelas berbeda bobot risikonya dibanding membelinya dengan asumsi laba Rp 21,4 juta.

Satu catatan penting soal urutan. Penyesuaian nomor 3 dan nomor 4 harus diikuti pembalikan atau penanganan yang benar di periode berikutnya, supaya gaji yang dibayar 5 Oktober tidak dihitung dua kali sebagai beban, dan pembayaran kantor tetangga tidak dihitung dua kali sebagai pendapatan. Ini bagian yang paling sering keliru pada bulan kedua, ketika penyesuaian pertama sudah dilupakan tapi transaksi kasnya baru muncul.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Saat Menyusun Jurnal Penyesuaian

Dari pola yang kami lihat pada pemilik usaha yang baru merapikan pembukuannya, ada beberapa jebakan yang berulang.

Menyesuaikan berdasarkan ingatan, bukan daftar periksa. Bulan ini ingat sewa, bulan depan lupa perlengkapan, bulan berikutnya lupa penyusutan. Hasilnya laba naik turun tanpa sebab yang bisa dijelaskan. Solusinya sederhana, buat satu daftar tetap berisi tujuh jenis di atas, lalu lewati yang memang tidak relevan dengan tanda jelas, bukan dengan diam.

Menghitung dua kali beban yang sudah disesuaikan. Gaji 26 sampai 30 September sudah diakui sebagai beban September lewat penyesuaian. Ketika uangnya dibayar 5 Oktober, yang berkurang adalah Utang Gaji, bukan menambah Beban Gaji lagi. Kalau ini terlewat, beban Oktober jadi menggelembung dan laba bulan itu terlihat lebih buruk daripada kenyataan.

Menyamakan penyusutan pajak dengan penyusutan manajemen. Tarif dan masa manfaat versi pajak berguna sebagai acuan, tapi tidak wajib jadi satu-satunya patokan untuk laporan internal Anda. Kalau mesin sebenarnya masih produktif di tahun kelima, laporan manajemen boleh mencerminkan itu, selama dasarnya konsisten dan dijelaskan.

Menghapus selisih stok supaya laporan terlihat rapi. Ini yang paling berbahaya. Selisih stok adalah sinyal, entah soal pencatatan yang bocor, penyusutan bahan, atau kehilangan. Menghilangkannya dari jurnal berarti membuang informasi yang justru paling Anda butuhkan.

Menyesuaikan setelah laporan dicetak. Kalau laporan sudah dibagikan ke investor, mitra, atau bank, lalu penyesuaian menyusul, kepercayaan pada laporan Anda ikut turun. Selesaikan penyesuaian sebelum mencetak, bukan sesudah.

Tidak menyimpan dasar perhitungan. Angka Rp 3.450.000 untuk perlengkapan tidak berarti apa-apa enam bulan lagi kalau Anda tidak menyimpan catatan bahwa saldo awal Rp 5.400.000 dan sisa fisik Rp 1.950.000. Simpan lembar hitungnya bersama arsip periode itu.

Cara Menyiapkan Data agar Jurnal Penyesuaian Tidak Menebak

Jurnal penyesuaian hanya sebaik data yang mendasarinya. Kalau data harian berantakan, penyesuaiannya berubah jadi tebak-tebakan yang dibungkus istilah akuntansi. Ada empat sumber data yang sebaiknya sudah rapi sebelum tanggal tutup buku tiba.

Pertama, catatan penjualan yang lengkap per transaksi, termasuk mana yang dibayar tunai, mana yang lewat QRIS, dan mana yang tempo. Tanpa pemisahan ini, Anda tidak bisa memisahkan pendapatan yang kasnya sudah masuk dari yang masih berupa piutang. Kedua, daftar aset tetap berisi tanggal perolehan, harga perolehan, dan taksiran masa manfaat, supaya penyusutan tinggal dihitung, bukan dikira-kira.

Ketiga, catatan pembayaran di muka, baik yang Anda bayar maupun yang Anda terima, lengkap dengan tanggal mulai dan durasinya. Voucher, uang muka katering, dan sewa tahunan masuk kelompok ini. Keempat, hasil stok opname berkala yang dilakukan dengan cara yang sama tiap periode, supaya selisihnya bisa dibandingkan antar bulan.

Aplikasi kasir membantu di bagian pertama dan keempat, karena penjualan per transaksi dan pergerakan stok tercatat otomatis sejak awal, bukan direkonstruksi di akhir bulan. Kasirnesia menyediakan laporan penjualan, pencatatan stok, dan riwayat transaksi yang bisa diekspor untuk jadi bahan penyesuaian, detail fiturnya bisa dilihat di halaman fitur. Perlu kami sampaikan jujur, aplikasi kasir bukan software akuntansi penuh dan bukan konsultan pajak. Jurnal penyesuaian tetap keputusan Anda atau akuntan yang membantu Anda, aplikasi hanya memastikan bahan mentahnya tersedia dan tidak hilang.

Kalau Anda baru mulai, langkah paling masuk akal adalah merapikan pencatatan harian dulu selama satu sampai dua bulan, baru mencoba menyusun penyesuaian pertama di akhir bulan kedua. Anda bisa mencobanya dari paket gratis tanpa biaya, lalu menilai sendiri apakah datanya sudah cukup rapi untuk dijadikan dasar tutup buku bulanan.

FAQ Pertanyaan Umum seputar Jurnal Penyesuaian

Apa itu jurnal penyesuaian dan apa fungsinya? Jurnal penyesuaian adalah catatan yang dibuat di akhir periode untuk membetulkan saldo akun yang belum mencerminkan keadaan sebenarnya, sebelum laporan keuangan disusun. Fungsinya memastikan pendapatan dan beban jatuh di periode yang benar, misalnya gaji akhir bulan yang baru dibayar bulan depan tetap dihitung sebagai beban bulan berjalan. Tanpa jurnal ini, laba yang Anda baca bisa terlihat lebih besar atau lebih kecil daripada kenyataannya.

Kapan jurnal penyesuaian harus dibuat? Jurnal penyesuaian dibuat di akhir periode pembukuan, setelah semua transaksi harian tercatat dan neraca saldo tersusun, tetapi sebelum laporan laba rugi dan neraca dibuat. Untuk usaha kecil, membuatnya sebulan sekali di tanggal tutup buku lebih aman daripada menunggu akhir tahun, karena datanya masih segar dan bukti fisiknya belum hilang. Yang penting tanggalnya konsisten dari bulan ke bulan.

Apa saja jenis jurnal penyesuaian yang paling sering dipakai usaha kecil? Ada tujuh yang paling sering muncul di warung, toko, dan kafe: beban dibayar di muka seperti sewa dan asuransi, pendapatan diterima di muka seperti uang muka pesanan, beban yang masih harus dibayar seperti gaji dan listrik, pendapatan yang masih harus diterima dari penjualan tempo, penyusutan aset tetap, pemakaian perlengkapan, dan selisih stok hasil opname. Tidak semuanya muncul setiap bulan, jadi cukup periksa mana yang relevan dengan usaha Anda.

Apakah warung kecil yang catatannya masih sederhana tetap perlu jurnal penyesuaian? Perlu, walau bentuknya bisa jauh lebih ringkas. Warung yang bayar sewa tahunan, punya etalase dan kulkas, serta melayani kasbon pelanggan sudah punya minimal tiga sumber ketidakcocokan antara kas dan kenyataan. Anda tidak harus memakai istilah akuntansi formal, tapi angka sewa, penyusutan, dan piutang tetap perlu diperhitungkan supaya laba yang Anda pakai untuk mengambil keputusan tidak menyesatkan.

Apa bedanya jurnal penyesuaian dengan jurnal koreksi? Jurnal koreksi dipakai untuk membetulkan kesalahan pencatatan, misalnya angka salah ketik atau transaksi masuk ke akun yang keliru. Jurnal penyesuaian bukan untuk membetulkan kesalahan, melainkan untuk mengakui kejadian yang memang belum tercatat karena belum ada transaksi kas, seperti sewa yang terpakai sebagian atau mesin yang menyusut nilainya. Keduanya sama-sama dibuat sebelum laporan jadi, tapi pemicunya berbeda.

Berapa tarif penyusutan yang dipakai untuk jurnal penyesuaian aset tetap? Untuk keperluan pembukuan internal, Anda bebas menaksir masa manfaat sesuai kondisi nyata aset. Kalau ingin sejalan dengan ketentuan pajak, Direktorat Jenderal Pajak menetapkan harta berwujud bukan bangunan Kelompok 1 bermasa manfaat 4 tahun dengan tarif garis lurus 25 persen setahun, Kelompok 2 selama 8 tahun dengan tarif 12,5 persen, sedangkan bangunan permanen 20 tahun dengan tarif 5 persen. Perlu diingat, penyusutan versi pajak dan versi manajemen tidak selalu harus sama.

Masih bingung menentukan mana penyesuaian yang relevan untuk usaha Anda, atau butuh bantuan merapikan data kasir dan stok lebih dulu? Chat tim Kasirnesia lewat WhatsApp di wa.me/6285136212005, kami bantu dari sisi datanya.

Gratis untuk mulai

Siap berhenti nyatet manual dan mulai jualan lebih rapi?

Coba Kasirnesia gratis, tetap jalan walau internet mati, dan langganan bulanan tanpa setor setahun di muka. Tim kami siap bantu setup lewat WhatsApp.